• (021)5523507, 5512948, 5513709
  • rsu@rsu.tangerangkab.go.id

Diklat

Instalasi Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) di pimpin oleh seorang kepala seksi yang mempunyai tugas pokok yaitu "Melaksanakan kegiatan pendidikan dan latihan yang meliputi kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai rumah sakit sendiri dan Instalasi di luar rumah sakit termasuk dari FKUI, FKGUI, Akademi Perawat dan Sekolah Perawat Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan memanfaatkan sumber daya secara efektif dan efisien".

Diklat mempunyai arti penyelenggaraan proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan jabatan tertentu. Kebutuhan diklat adalah jenis diklat yang dibutuhkan oleh seorang pemegang jabatan atau pelaksana pekerjaan tiap jenis jabatan atau unit organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam melaksanakan tugas yang efektif dan efisien (Dephutbun dan ITTO,2000). Sedangkan menurut Lembaga Administrasi Negara kebutuhan diklat adalah kekurangan pengetahuan, ketrampilan dan sikap seorang pegawai sehingga kurang mampu melaksanakan tugas, tanggung jawab, wewenang dan haknya dalam suatu satuan organisasi. Dengan demikian kebutuhan diklat dapat diartikan sebagai kesenjangan kemampuan pegawai yang terjadi karena adanya perbedaan antara kemampuan yang diharapkan sebagai tuntutan pelaksanaan tugas dalam organisasi dan kemampuan yang ada (Hermansyah dan Azhari, 2002).

Konsep dasar pemikiran kebutuhan diklat adalah adanya deskrepansi kemampuan kerja. Sesuai dengan tingkatan dalam pengungkapan kebutuhan diklat maka deskrepansi dapat terjadi pada seseorang pejabat/pelaksana pekerjaan terhadap tugas di dalam organisasi, jabatan maupun terhadap tugas individu. Secara umum deskrepansi kemampuan kerja diilustrasikan sebagai berikut: Diskrepansi kemampuan kerja dinyatakan perbedaan antara kemampuan kerja seseorang pada saat kini dengan kemampuan kerja yang diinginkan atau seharusnya yang umumnya juga di kenal kemampuan kerja standar/baku.

Diklat mempunyai arti penyelenggaraan proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan jabatan tertentu. Kebutuhan diklat adalah jenis diklat yang dibutuhkan oleh seorang pemegang jabatan atau pelaksana pekerjaan tiap jenis jabatan atau unit organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam melaksanakan tugas yang efektif dan efisien.

          Selain itu, analisis kebutuhan diklat merupakan analisis yang dilaksanakan secara sistimatis dan digunakan perancang diklat atau manajer SDM untuk memahami persoalan kinerja sumberdaya manusia dan menentukan jenis kegiatan yg diperlukan dalam proses pengembangan SDM.

 

Tujuan Analisis Kebutuhan Diklat

           Beberapa tujuan dilaksanakannya analisis kebutuhan diklat adalah :

a.    Untuk mendapatkan data  akurat yang diperlukan dalam pembuatan Analisis Kebutuhan Diklat.

b.    Dasar Penyusunan program Diklat

c.    Pedoman Organisasi dalam merancang bangun program Diklat

d.    Masukan bagi Pimpinan organisasi dalam penyusunan kebijakan lebih lanjut

e.    Menjaga dan meningkatkan produktivitas kerja pada organisasi.

f.     Menghadapi kebijakan baru.

g.    Menghadapi tugas-tugas baru.

3.   Proses Analisis Kebutuhan Diklat

1.       Merancang Analisis Kebutuhan Diklat dengan merumuskan masalah dan tujuannya melalui model-model analisis kebutuhan diklat. 

Model tersebut sebagai berikut :

a) Model Internal. Kebutuhan diklat pada model ini dilihat dari dalam organisasi. Aktivitas dimulai dengan analisis kesenjangan antara tingkah laku dan keberhasilan pegawai dalam melaksanakan tugas, dibandingkan dengan tujuan dan sasaran yang telah ditentukan.

b) Model Eksternal. Kebutuhan diklat pada model ini dilihat dari luar organisasi. Aktivitas dimulai dengan melihat manfaat dari hasil didik bagi masyarakat atau organisasinya.

c) Model Gabungan. Model ini mengacu pada model sistem organisasi bahwa sesuatu terjadi di dalam organisasi tidak dapat lepas dari apa yang terjadi di luar organisasi (lingkungan eksternal mempengaruhi lingkungan internal)


2.  Menyusun instrumen dengan pertanyaan tentang diklat, misalnya ”apa saja yang dibutuhkan dan topik apa yang perlu dipelajari oleh peserta diklat”. Data yang harus didapat melalui instrumen ini adalah uraian tugas pokok, kompetensi kerja standar, dan kompetensi kerja nyata dari masukan dari atasan (pimpinan), bawahan, teman sejawat, dst, serta tingkat kesulitan, kepentingan, keseringan dari pekerjaan.


3.  Mengumpulkan dan menganalisis data dengan menggunakan teknik dan metode yang tepat.

4.   Menyusun laporan. Laporan analisis kebutuhan diklat berisi fokus kegiatan analisis kebutuhan diklat, tujuan kegiatan, metoda serta peralatan yang digunakan, kerangka kerja, tahapan kerja dan teknik analisis data, interprestasi dan formulasi kesimpulan serta saran analisis kebutuhan diklat. Laporan ini digunakan untuk menetapkan jenis kegiatan diklat. Laporan ini juga sebagai alat monitoring pelaksanaan kegiatan analisis kebutuhan diklat, alat pengawasan dan pengendalian.

 

TYPE / KELAS RS

"Pada Tahun 2013 RSU Kab. Tangerang menjadi RSU Type B PENDIDIKAN" Selengkapnya...

Terbaru

Ruang Tunggu Pasien
Berada digedung IGD lama Selengkapnya...

Website Support Mobile
Kami Fasilitasi Website Support Mobile Agar memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi Selengkapnya...

Aplikasi SIMRS
Aplikasi yang mencakup semua unit di RSU Kab. Tangerang Selengkapnya...

Kontak Kami

RSU Kabupaten Tangerang
Jl. A. Yani N0.9 Tangerang
Indonesia
Phone : (021) 5523507, 5512948, 5513709
Fax : (021) 5527104
PO. BOX : 635TNG 15111 TANGERANG
Email : rsu@rsu.tangerangkab.go.id

© SIMRS 2015
rsukabtng