• (021)5523507, 5512948, 5513709
  • rsu@rsu.tangerangkab.go.id

Pelayanan Pasien BPJS

pasienmiskin

Krisis moneter yang terjadi sekitar tahun 1997 mengakibatkan meningkatnya jumlah masyarakat miskin, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan. Sejak tahun 1997 pemerintah melaksanakan beberapa upaya pemeliharaaan kesehatan penduduk miskin sebagai berikut :

Tahun

Nama Program

Pengelolaan

1997 - 2000

Jaring Pengamanan Sosial (JPS - BK )

Dana dari Bank Dunia, dikucurkan kepada rumah sakit dalam bentuk block grant

2001

Program Dampak pengurangan Subsidi Energi (PDPSE) Program Kompensasi

Bantuan dikucurkan ke rumah sakit , semua rumah sakit diharuskan menghitung besaran biaya yang sesungguhnya dalam bentuk Paket

2002 - 2004

Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM)

Pelayanan Essensial (PPE), setiap rumah sakit menentukan sendiri satuan biaya pelayanan dalam bentuk paket per jenis penyakit

2005 - 2007

Program Jaminan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM)atau ASKESKIN

Departemen Kesehatan menggandeng PT Askes sebagai mitra, verifikasi kepesertaan dan verifikasi klaim dilakukan oleh PT Askes, pola tarif yang digunakan fee for services

2008- sekarang

JAMKESMAS

Penerbitan Kartu dan verifikasi kepesertaan oleh PT Askes, sedangkan verifikasi klaim oleh verifikator Independen, menggunakan tarif INA-DRG mulai 1 Januari 2009


Tujuan dari program tersebut diatas adalah untuk meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien. Program ini diselenggarakan secara nasional agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan jaminan pemeliharaan kesehatan yang menyeluruh bagi penduduk Indonesia, yang saat ini dimulai dengan sasaran pada masyarakat miskin.

Pada hakekatnya pelayanan kesehatan terhadap masyarakat miskin menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Diharapkan masing-masing pihak memberikan kontribusi sehingga menghasilkan pelayanan yang optimal. Dalam Manlak JAMKESMAS 2009 SK Menkes no 316/Menkes/SK/V/2009 didalam BAB III tentang Tata laksana kepesertaan dinyatakan bahwa apabila masih terdapat masyarakat miskin dan tidak mampu, tidak masuk dalam surat keputusan Bupati/walikota maka pembiayaan kesehatannya menjadi tanggung jawab pemda setempat dan mekanisme pengelolaanya seyogyanya mengikuti Jamkesmas.

    1. PELAKSANAAN PROGRAM JAMKESMAS

    ALUR PELAYANAN PASIEN JAMKESMAS (Sesuai Manlak)










  1. Pelayanan Kesehatan
    Cakupan Pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin pemegang kartu Jamkesmas di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang meliputi:
    1. Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL), dilaksanakan pada poliklinik spesialis, meliputi :
      • Konsultasi medis, Pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan dan dokter spesialis/umum.
      • Rehabilitasi medik
      • Penunjang diagnostik: laboratorium klinik, radiology dan elektromedik
      • Tindakan medis kecil dan sedang
      • Pemeriksaan dan pengobatan gigi tingkat lanjutan
      • Pelayanan KB
      • Pemberian obat dan Pelayanan darah
      • Pemeriksaan kehamilan dengan resiko tinggi dan penyulit
    2. Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), dilaksanakan pada ruang perawatan kelas III, meliputi :
      • Akomodasi Rawat Inap
      • Konsultasi medis, Pemeriksaan fisik dan penyuluhan kesehatan
      • Perawatan Intensif
      • Pelayanan Rehabilitasi medik
      • Penunjang diagnostic : laboratorium klinik, radiology dan elektromedik
      • Tindakan medis , Operasi
      • Pemberian obat mengacu pada formularium Rumah Sakit
      • Pelayanan Darah
      • Bahan dan alat kesehatan habis pakai
      • Persalinan dengan resiko tinggi dan penyulit
    3. Pelayanan Gawat Darurat
    4. Pelayanan yang dibatasi: kacamata, alat bantu dengar, alat bantu gerak, harus berdasarkan resep dokter dan disetujui oleh komite medik dengan berdasarkan harga yang paling efisien sesuai dengan kebutuhan medis pasien
    5. Pelayanan Alat Medis Habis Pakai tertentu (AMHP), masih dapat diklaim secara terpisah karena belum termasuk dalam tarif INA DRG adalah : Intra Okuler Lens(IOL), J Stent, Stent Arteri, VP Shunt, Mini Plate, Implant Spine&Non Spine, Protesa untuk kasus Kusta, Alat Vitrektomi, Pompa Kelasi, Kateter Double Lumen, Implant dan Stent untuk kasus Bedah,THT serta Kebidanan.
    6. Pelayanan yang tidak dijamin :
      • Pelayanan yang tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan
      • Bahan, alat dan tindakan yang bertujuan untuk kosmetik
      • General chek up
      • Prothesis gigi tiruan
      • Pengobatan alternatif
      • Rangkaian pemeriksaan, pengobatan dan tindakan dalam upaya mendapat keturunan, termasuk bayi tabung dan pengobatan impotensi
      • Pelayanan kesehatan yang diberikan pada kegiatan bakti sosial

 

  1. Hasil Pelayanan






  1. Dari Tabel 1. diatas terlihat bahwa jumlah kunjungan Rawat Jalan pasien miskin program Jamkesmas adalah 40.020 kasus dengan kunjungan terbanyak dari wilayah Kabupaten Tangerang sebesar 59,68% begitu pula dengan kunjungan rawat inap pasien program Jamkesmas sebanyak 8.309 kasus 74,42% berasal dari Kabupaten Tangerang.


  1. Bila dibandingkan dengan tahun 2008, terjadi kenaikan baik pada kunjungan rawat jalan maupun kunjungan rawat inap, dapat dilihat dalam tabel 2, begitu pula dengan biaya klaimnya terjadi kenaikan yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan jumlah kunjungan, hal ini dikarenakan pada tahun 2009 sudah menggunakan tarif INA DRG yang relatif lebih besar dibandingkan dengan pola tarif Jamkesmas sebelumnya, dengan pola tarif INA-DRG untuk tahun 2009 ini bisa mengcover 98% tarif perda.

    2. Pelaksanaan Program JAMKESDA
    Program JAMKESDA adalah program untuk masyarakat miskin diluar kuota Jamkesmas yang biaya pelayanan kesehatannya dijamin oleh Pemda. Saat ini RS sudah bekerja sama dengan beberapa Pemda, untuk melayani masyarakatnya dalam pelayanan kesehatan, berikut ini pemda yang bekerja sama untuk pelayanan kesehatan masyarakatnya dan pola tarif yang disepakati.






  1. Prosedur Pelayanan Jamkesda
    Pasien miskin yang dirujuk Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan di RSU Kabupaten Tangerang harus membawa:

o    Surat Rujukan dari Puskesmas ( kecuali kasus Gawat Darurat)

o    Bukti Miskin ( SKTM/Kartu Multi Guna/Kartu Gakin)

o    Surat Jaminan dari Dinas Kesehatan untuk Jamkesda Kota Tangerang, Kota Tangsel dan DKI, untuk Jamkesda Kab Bogor jaminan dikeluarkan oleh PT Askes dan untuk Jamkesda Kabupaten Tangerang dengan surat Rekomendasi).

Melayani atau menerima pasien BPJS PBI dan Non PBI

TYPE / KELAS RS

"Pada Tahun 2013 RSU Kab. Tangerang menjadi RSU Type B PENDIDIKAN" Selengkapnya...

Terbaru

Ruang Tunggu Pasien
Berada digedung IGD lama Selengkapnya...

Website Support Mobile
Kami Fasilitasi Website Support Mobile Agar memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi Selengkapnya...

Aplikasi SIMRS
Aplikasi yang mencakup semua unit di RSU Kab. Tangerang Selengkapnya...

Kontak Kami

RSU Kabupaten Tangerang
Jl. A. Yani N0.9 Tangerang
Indonesia
Phone : (021) 5523507, 5512948, 5513709
Fax : (021) 5527104
PO. BOX : 635TNG 15111 TANGERANG
Email : rsu@rsu.tangerangkab.go.id

© SIMRS 2015
rsukabtng